Alhamdulillah, sekarang madiun udah mulai tenang. Lho kok? emang akhir-akhir ini ada kerusuhan? Ya tentu saja bukan itu. Maklum, para calon walikota begitu gencar kampanyenya. Semua pada pingin mengambil simpati masyarakat. Mulai memberi perhatian, sumbangan, hiburan dan banyak lagi cara untuk ngabisin uang. Uang mungkin bukan masalah bagi beliau-beliau. Dan lagi sapa sih yang nggak mau jadi walikota. Jabatan yang dipenuhi dengan berbagai fasilitas, kemudahan, dan penghormatan. [More]
*** Lebih susah menjaga kehormatan saat kita sendirian ***
Begitulah ungkapan yang singkat dan tepat untuk kita semua. Banyak dari kita yang terbiasa berbuat baik dan menghindari segala sesuatu yang dilarang saat sedang bersama orang lain. Bahkan kita bisa menjalankan yang sunnah dan menjauhi yang mubah seoalah-olah sudah jadi kebiasaan.
Tapi bagaimana saat kita sendiri? masih bisa menjaga semua itu? Ya.. berbahagialah bagi kita yang memang bisa mempertahankan kebiasaan baik saat sendiri. Bagi yang belum, berarti masih diberi ladang amal untuk berjuang memperbaiki diri
Misalnya, didepan umum saat makan/minum kita berusaha keras untuk mencari tempat duduk, masuk masjid mulai kaki kanan. Mulai segala sesuatu dengan bismillah. Selayaknya kita berusaha mempertahankan hal itu meskipun dalam keadaan sendirian. [More]
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno
[More]
Kitå manungså iki ora kênå tansah ngantu-antu têkané wêktu kang bêcík, jêr wêktu kang bêcík iku sêjatiné kudu kitå dhéwé sing gawé. Kitå kudu tansah élíng yèn sabarang tingkah lan tandúk kitå ing dinå kang siji iku nggåwå kêputusan tumrap dinå sijiné. Déné dinå kang pungkasan iku kang mutúsaké sakabèhíng wêktu lan dinå-dinå kang wis kapungkúr. Mulå sadurungé kitå tumapak marang dinå pungkasaning uríp, dipådhå biså nglungguhi marang jêjêríng uríp manungså.
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup kan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya. [More]
Kata OK tanpa kompromi memang susah dilakukan. Ya.. paling nggak buatku itu masih sulit dilakukan. Kadang sempat heran melihat rekan berangkat saat diperintah, berhenti saat diperintah, dan semua dilakukan tanpa bertanya “mengapa”. Lapo kok nggumun barang? yo mergo aku durung isa wae. Hampir setiap ada perintah pikiran ini ingin tanya “kenapa kok gitu?”.
[More]
Siapa yang tak kenal namanya cinta. Hampir semua dari kita, tua, muda, laki-laki, perempuan pernah merasakan hasil perbuatan cinta. Bahkan jaman sekarang anak kecilpun sudah merasa mengenal cinta. Hehe.. panganan apa to cinta iku..?? Kalo aku ditanya cinta iku apa? ya aku nggak tau. Hanya orang2 yang pernah jatuh cinta yang dapat mengetahuinya, hehe, iku omonge wong2.
[More]
Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar Al-Anshari berkata: “Dulu, aku pernah berada di Makkah semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu menjaganya, suatu hari aku merasakan lapar yang sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera yang diikat dengan kaos kaki yang terbuat dari sutera pula.
[More]
Akhir akhir ini aku mulai diingatkan putra tersayangku akan suatu nasehat yang duluuu pernah diperdengarkan. Ya.. nasehat tentang kepasrahan.
Arya ( panggilan putra kami ) sering banget nangis ke umi-nya kalo lagi pingin sesuatu. Kalo laper, dia nyari umi-nya. Haus.. juga nyari umi. Kalo pipis, nggak beda, keliling nyari umi-nya. Jatuh dikit aja, nangis nyari-nyari umi-nya. Wah.. pokoke abi nggak dalam perhitungan deh
[More]
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujuraat: 12).
[More]