Berusaha Menjadi Sukses

Sukses saat hidup, saat mati, dan saat dihidupkan kembali.


Arsip di kategori ‘ Mutiara Hikmah ’

Tidak ada kata lain kecuali “OK”

by Sigit Wahyu on May 12, 2008. • Kategori: @Lakonku, Renungan Pribadi

Kata OK tanpa kompromi memang susah dilakukan. Ya.. paling nggak buatku itu masih sulit dilakukan. Kadang sempat heran melihat rekan berangkat saat diperintah, berhenti saat diperintah, dan semua dilakukan tanpa bertanya “mengapa”. Lapo kok nggumun barang? yo mergo aku durung isa wae. Hampir setiap ada perintah pikiran ini ingin tanya “kenapa kok gitu?”.

[More]

Cintai yang mencintai kamu

by Sigit Wahyu on April 28, 2008. • Kategori: Mutiara Hikmah, Renungan Pribadi

Siapa yang tak kenal namanya cinta. Hampir semua dari kita, tua, muda, laki-laki, perempuan pernah merasakan hasil perbuatan cinta. Bahkan jaman sekarang anak kecilpun sudah merasa mengenal cinta. Hehe.. panganan apa to cinta iku..?? Kalo aku ditanya cinta iku apa? ya aku nggak tau. Hanya orang2 yang pernah jatuh cinta yang dapat mengetahuinya, hehe, iku omonge wong2.

[More]

Tidak Khianat Akan Mendapat Rahmat

by Sigit Wahyu on March 13, 2008. • Kategori: Cerita Teladan, Renungan Pribadi

Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar Al-Anshari berkata: “Dulu, aku pernah berada di Makkah semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu menjaganya, suatu hari aku merasakan lapar yang sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera yang diikat dengan kaos kaki yang terbuat dari sutera pula.

[More]

Kepala Ikan

by Sigit Wahyu on March 13, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Alkisah pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek -nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan. Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut.

[More]

Cinta dan Perkawinan

by Sigit Wahyu on March 4, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? Gurunya menjawab, ” Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

[More]

Belajar Pasrah dari sang bayi

by Sigit Wahyu on March 4, 2008. • Kategori: @Lakonku, Renungan Pribadi

Akhir akhir ini aku mulai diingatkan putra tersayangku akan suatu nasehat yang duluuu pernah diperdengarkan. Ya.. nasehat tentang kepasrahan.

Arya ( panggilan putra kami ) sering banget nangis ke umi-nya kalo lagi pingin sesuatu. Kalo laper, dia nyari umi-nya. Haus.. juga nyari umi. Kalo pipis, nggak beda, keliling nyari umi-nya. Jatuh dikit aja, nangis nyari-nyari umi-nya. Wah.. pokoke abi nggak dalam perhitungan deh :)

[More]

Jendela Kaca Yang Kotor

by Sigit Wahyu on February 25, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Dari ruang kerjanya, di sebuah gedung perkantoran yang megah, seorang pengusaha menertawakan kaca jendela pesaingnya yang berada di seberang  kantornya. Katanya, “Jendelanya pasti adalah jendela yang paling kotor di  kota ini,” ejeknya pada setiap orang yang datang menemuinya.

[More]

Rahasia Dibalik Jagung Yang Baik

by Sigit Wahyu on February 25, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Seorang wartawan mewawancari seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.

[More]

Sumanto Masih Bergentayangan

by Sigit Wahyu on February 25, 2008. • Kategori: Renungan Pribadi

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujuraat: 12).

[More]

The Death of Teguh Miswadi

by Sigit Wahyu on February 25, 2008. • Kategori: Renungan Pribadi

Surya, 24 Februari 2008
Saya ingin cucu saya pintar, karenanya saya larang ia sekolah. (Margaret Mead)

Mbah Ginah bukan Margaret Mead, ahli ilmu sosial dari Amerika Serikat. Tetapi, Mbah Ginah mungkin ada miripnya dengan Mead, karena sama-sama mempunyai pikiran yang ‘aneh’ mengenai pendidikan bagi cucunya. Mead mengkiritk sistem pendidikan Amerika yang dianggapnya malah membuat murid makin bodoh. Sekolah hanya menjadi tempat yang membuat murid makin teralienasi dari lingkungan yang sesungguhnya. Belum lagi, komersialisasi pendidikan yang berlebihan telah menjadikan murid sebagai sasaran bisnis.

[More]