Berusaha Menjadi Sukses

Sukses saat hidup, saat mati, dan saat dihidupkan kembali.


Arsip di kategori ‘ Cerita Teladan ’

Tempayan Retak

by Sigit Wahyu on January 8, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, yang satunya tidak. Tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh dari mata air ke rumah majikannya, sedang tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

[More]

Ketika Air Telah Berubah

by Sigit Wahyu on January 8, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Pada zaman dahulu, Kidir, Guru Musa, memberi peringatan kepada manusia. Pada hari tertentu, katanya, semua air didunia yang tidak disimpan secara khusus akan lenyap. Sebagai gantinya akan ada air baru, yang mengubah manusia menjadi gila.

Hanya seorang yang menangkap makna peringatan itu. Ia mengumpulkan air dan menyimpannya di tempat yang aman. Ditunggunya saat yang di sebut-sebut itu.

[More]

Antara Keinginan Dan Kebutuhan

by Sigit Wahyu on January 7, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pembangun Bait al Maqdis, suatu hari terserang oleh suatu penyakit. Para asistennya, sangat mengkhawatirkan umur khalifah karena penyakitnya itu. Ternyata Allah SWT belum berkenan memanggil Abdullah keharibaanNya. Khalifah berangsur-angsur pulih. Setelah agak mendingan keadaannya, Abdullah berniat hendak menyantap ikan panggang. Khalifah kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada salah seorang asistennya. Asisten yang setia itu, segera berusaha untuk memenuhi selera junjungannya. Ia pergi mencari ikan dan setelah mendapatkannya segera dipanggangnyalah ikan tersebut.

[More]

Itik di Telaga

by Sigit Wahyu on January 6, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Bekerjalah sebagaimana itik berenang di telaga. Ia melaju dengan tenang dan cantiknya, tanpa membuat permukaan air menjadi berkecipak dan berisik. Iapun tak perlu membuat sekujur tubuhnya basah kuyup atau merusakkan bulu-bulunya. Bahkan, berenangnya itik itu sendiri selalu menambah keindahan pandangan seluruh telaga. Namun, tahukah kita bahwa di dalam air sepasang kakinya bekerja keras mengayuh-ayuh. Dan, itu tak tampak oleh mata yang memandangnya.

[More]

Kisah Pencari Surga

by Sigit Wahyu on January 4, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Dikisahkan ada seorang sahabat di zaman Rasulullah sangat ingin masuk syurga. Pada suatu hari, ketika bertemu Rasulullah, beliau bertanya,”Ya Rasulullah, tolong berikan kepadaku amalan yang dapat membawaku ke syurga.” kemudian Rasulullah menjawab “Cobalah engkau belajar dari dia karena dia adalah penghuni syurga” (sembari menunjukkan salah seorang sahabat, tanpa diketahui oleh orang yg bersangkutan).

[More]

Masih Adakah Hari esok?

by Sigit Wahyu on January 4, 2008. • Kategori: Cerita Teladan

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”

[More]

Jadilah Pelukis Yang Baik

by Sigit Wahyu on December 27, 2007. • Kategori: Cerita Teladan

Alkisah ada seorang anak yang sangat pandai melukis, pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena hadiahnya sangat besar, yaitu diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah.

Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan kriteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular dan secepat mungkin menyelesaikan lukisan.

[More]

Kepatuhan Seorang Hamba

by Sigit Wahyu on October 30, 2007. • Kategori: Cerita Teladan

Diriwayatkan Ibrahim bin Adham membeli seorang budak Afrika yang besar dan kuat. Dalam perjalanan pulang Ibrahim bertanya pada budaknya, “Apa yang engkau makan ?”

“Apa saja yang engkau berikan,” jawab si Budak.

“Apa saja yang bisa engkau kerjakan ?” tanya Ibrahim lagi.

“Apa saja yang engkau perintahkan,” jawab si Budak.

[More]