Berusaha Menjadi Sukses

Sukses saat hidup, saat mati, dan saat dihidupkan kembali.


Cintai yang mencintai kamu

by Sigit Wahyu on April 28, 2008 • Kategori: Mutiara Hikmah, Renungan Pribadi

Siapa yang tak kenal namanya cinta. Hampir semua dari kita, tua, muda, laki-laki, perempuan pernah merasakan hasil perbuatan cinta. Bahkan jaman sekarang anak kecilpun sudah merasa mengenal cinta. Hehe.. panganan apa to cinta iku..?? Kalo aku ditanya cinta iku apa? ya aku nggak tau. Hanya orang2 yang pernah jatuh cinta yang dapat mengetahuinya, hehe, iku omonge wong2.

Banyak orang yang seneng, semangat, ceria, bungah karena cinta. Namun tidak sedikit orang yang susah, sedih, putus asa juga dikarenakan cinta. Wah, memang hebat tuh namanya cinta. Penakke omong, jangan sampai gila karena cinta lah. “Barang siapa yang tergila-gila karena cinta, dia akan gila juga kalau tidak ada cinta”

Untuk ngurangi rasa sakit karena cinta, ada sedikit tips. Tipsnya mudah saja, jangan mencintai sesuatu yang tidak mencintai kita. Alias.. berikan cintai hanya pada yang mencintai kita. Pasti nggak akan kecewa.

Jadi, siapa yang benar-benar mencintai kita?
Pacar, teman, sahabat, suami, istri, anak-anak kita, atau siapa? Apakah mereka benar-benar mencintai kita? Wah.. itu yang susah njawabnya. Mereka mencintai kita apa adanya? Apa karena kita dianggap baik, bisa diajak ngobrol, pengertian dll? Bagaimana seandainya kita membuat kesalahan yang fatal, berkhianat dll, apakah mereka masih mencintai kita?

Ya.. kita semua pasti sudah sering dengar berita, yang dulunya suami istri, saudara dekat, sahabat karib dll akhirnya pecah, karena salah satu pihak dianggap berkhianat, berbuat kesalahan, menyakiti dll yang tidak mengenakkan. Tidak hanya menjauhi, namun mereka kadang membuka aib orang yang selama ini mereka cintai. Jadi, apa yang mereka cintai selama ini?

Adakah yang benar-benar mencintai kita. Tentu saja ada..
hanya ALLAH yang benar-benar mencintai kita. Allah tau kita sering berbuat kesalahan. Allah tau dengan jelas kita sering berkhianat padanya. Allah tau kalau kita sering berpikir buruk, memaki-maki dalam hati, dan seambrek perbuatab berdosa lainnya, yang semua orang tidak tau.

Namun bagaimana sikap ALLAH? Allah tetap memberi kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri. Allah masih memberikan kita bekal untuk hidup, rumah, kesehatan dll. Bahkan allah menutupi kesalahan kita dari mata orang-orang sekitar kita. Allah teteap mencintai kita meski tau dengan jelas keburukan kita.

Lalu.. sudahkan kita memberikan cinta kita pada yang benar-benar mencintai kita?

Post Comment