Berusaha Menjadi Sukses

Sukses saat hidup, saat mati, dan saat dihidupkan kembali.


Ringannya beban pertanda kemuliaan

by Sigit Wahyu on February 15, 2008 • Kategori: Renungan Pribadi

Pernah merasakan? Saat pergi dengan mengendarai mobil, membawa notebook, memegang handphone dll rasanya membuat kita lebih wah, lebih tinggi derajatnya dari yang lain. Kita merasa lebih kaya dan patut bangga, karena terlihat semakin sukses dengan apa-apa yang kita bawa. Namun, pernahkan kita melihat presiden membawa notebook?

Kemana-mana presiden tidak pernah telihat membawa apa-apa. Jangankan notebook, bahkan beliau tidak pernah terlihat mengeluarkan uang. Para kiyai, para ulama, kemana-mana juga tidak direpotkan dengan barang bawaannya. Kenapa? tentu saja karena beliau-beliau lebih dimuliakan oleh orang sekitarnya. Semua keperluannya telah dibawakan oleh para kulinya.

Sekarang jelaskan? Ternyata yang tidak membawa apa-apa itu yang lebih mulia. Jadi jangan pernah kecil hati saat tidak memiliki apa-apa didunia ini. Semakin sedikit harta didunia, semakin sedikit hisab yang akan kita alami. Saat tidak memegang uang, tidak punya mobil untuk dibawa, anggap saja kita lagi dimuliakan oleh allah.

Bayangkan saja semua yang bertebaran didunia ini adalah para kuli yang membawa semua kebutuhan kita. Sudah tersedia para sopir yang akan mengantar kemana kita akan pergi, alias para sopir angkot. Tersedia koki yang siap menghidangkan makanan untuk kita, alias depot/restoran. dll.

Kalo udah begitu, lebih enak kan rasanya?
Hibur diri sendiri selagi bisa. Masak udah nggak punya uang… eee malah nelangsa karena mikir yang berat berat.

Saat akan pergi jauh, ringankan barang bawaanmu. Dan bawalah barang yang memang diperlukan. Ibaratnya, kalo mau keluar kota masak harus bawa beras sekarung karena takut kelaparan. Lak mending bawa uang, dan beli beras setelah nyampe di tujuan.

Post Comment