Berusaha Menjadi Sukses

Sukses saat hidup, saat mati, dan saat dihidupkan kembali.


Kematian bukan akhir dari segalanya

by Sigit Wahyu on August 13, 2005 • Kategori: Renungan Pribadi

Saudara2ku,
Kita semua dikirim ke dunia ini hanya sebentar. Suatu saat kita ini pasti akan diberangkatkan. Yang datang di dunia ini sebenarnya bukan untuk tinggal di dunia, tetapi untuk pergi meninggalkan dunia. Sudah berapa banyak orang yang datang ke dunia sebelum kita, meraka sudah meinggalkan dunia ini. Dan suatu saat kita juga akan meninggalkan dunia ini. Semua orang yang telah pergi meninggalkan dunia ini, mereka meninggalkan seluruh harta yang mereka miliki. Begitu pula suatu saat apabila kita meninggalkan dunia ini kita juga akan meninggalkan semua yang kita miliki.

Sementara saat ini kita gigih untuk mendapatkan perkara-perkara dunia, padahal suatu saat semua itu akan kita tinggalkan juga. Sebanyak apa perkara dunia yang kita dapatkan, sebanyak itu pula yang akan kita tinggalkan. Dunia yang kita miliki, rumah yang begitu mewah, baju yang begitu indah, harta yang begitu melimpah, anak, istri semua kita tinggalkan. Meskipun mereka semua menangis tetap akan kita tinggalkan juga.

Pada dasarnya kematian itu pasti akan datang, dan kita tidak akan dapat menghidar dari kematian itu. Sungguh beruntung bagi orang yang menyadari bahwa dunia ini hanyalah rumah tipuan. Betul ini rumah kita, namun suatu saat pasti akan kita tinggalkan. Namun begitu banyak orang yang tertipu akan rumah tipuan ini, dan sangat sedikit orang yang selamat dari tipu dayanya.

Suatu hari dalam suatu majelis Rosul Allah menggerak-gerakkan tangannya seolah2 menghalau sesuatu. Para sahabat berkata, Wahai Rosul, kami tidak melihat sesuatu tentang apa engkau menghalau. Maka baginda Rasulullah S.A.W bersabda, “dunia telah berdatangan kepadaku, maka aku menolaknya dengan menghalau dengan tanganku. Maka dunia mengatakan, wahai nabi allah, kau telah menolak aku datang kepada engkau, tetapi orang2 yang datang setelah engkau tidak akan bisa lepas dariku”;

Saudara2ku, kematian yang pasti akan kita datangi adalah suatu keadaan yang begitu sulit dan tidak akan bisa tergambarkan. Seberapa besar manusia mencintai dunianya, sebesar itu pula ketakutannya akan kematian. Karena kematian menjadi pintu dimana ia harus meninggalkan apa yang dia cintai. Perkara setelah kematian adalah perkara yang sangat besar, maka persiapan untuk perkara ini juga menjadi persiapan yang sangat besar. Perjalanan yang bergitu panjang tidak ada teman yang menyertai kita. Apapun perkara perkara dunia yang kita dibuat akan kita tinggalkan, yang dibawa hanyalah iman bersama kita. Istri yang kita cintai tidak akan menyertai kita, anak2, rekan2 dan harta2 kita tidak akan menyertai kita, yang menyertai hanyalah amalan2 kita. Kita sendiri datang menghadap allah SWT.

Sementara ini kita sangat lupa akan kematian itu. Kematian senantiasa menunggu kita sementara kita tidak pernah menunggu kematian. Terkisah tentang seorang yang sedang mengimami solat jenazah. Selesai takbir ke empat, diapun ikut dipanggil tuhannya. Kita tidak tahu kapan kematian akan datang, bisa diwaktu pagi, siang, malam, atau bahkan satu detik dari sekarang. Yang jelas kematian pasti akan datang pada kita. Saat kita melihat pekuburan yang kita lihat hanyalah gundukan tanah. Namun sebenarnya itu ada pertamanan-pertamanan sorga bagi sebagian orang, atau lembah-lembah neraka bagi sebagian yang lain.

Sekarang yang perlu kita renungkan saudara2ku, kita telah habiskan siang dan malam, bahkan anak istri kita juga kita sibukkan waktunya, dirinya, kita habiskan untuk menumpuk numpuk perkara yang ada di dunia ini. Sekarang mari kita pikirkan pada saat kita harus meninggalkan semua itu, apa manfaat yang dapat kita ambil dari perkara yang kita tinggalkan itu.

Kematian bukan akhir dari segalanya

Post Comment