di perantauan
Bagaimana kabar iman hari ini, adikku ?? Semoga kita semua tetap dalam keadaan iman yang sebenar-benarnya. Semoga masih dititipkan kepada kita kemampuan menghambakan diri kepada allah dengan sebenar-benarnya penghambaan, insya allah.
Adikku, saat aku menulis surat ini aku belum tau kapan dan kemana harus aku kirim. Karena memang tidak ada pengetahuan bagiku bagaimana menyampaikan surat ini ke kamu. Tapi aku yakin sangat mudah bagi allah untuk menyampaikan surat ini ke sana, sangat mudah. Semoga allah menggerakkanmu atau siapapun yang akan dijadikan asbab hadirnya surat ini di hadapanmu.
Adikku, aku tidak tau bagaimana kabarmu disana. Sehatkah?? Bahagiakan ?? Sukseskah ?? :)Semoga saja, doaku selalu untukmu. Yang aku tau dan aku yakini dimanapun dan bagaimanapun keadaanmu, engkau tetap dalam lingkaran takdir illahi. Engkau tetap dalam pengawasanNya. Engkau tetap diwilayah kerajaanNya yang luas. Karena itu aku tetap yakin saat ini engkau dalam keadaan yang terbaik menurut perhitunganNya, apapun itu. Yakinlah…
Jangan pernah putus asa, adikku. Tetaplah optimis akan pertolongan tuhanmu. Tetaplah berjuang dalam kondisi sesulit apapun. Perjalanan bermil-mil selalu diawali dengan satu langkah kecil dan diikuti dengan langkah-langkah kecil yang lain. Lakukan saja sebatas kemampuan yang dititipkan kepada kita. Lakukan saja, meskipun itu kita anggap sebagai satu langkah kecil, dan tanpa terasa kita akan melakukan hal yang tak pernah kita bayangkan, insya allah. Kejarlah cita dan cintamu. Berjuanglah untuk dirimu dan orang2 yang kamu sayangi. Kesuksesan dan kebahagiaanmu juga merupakan kesuksesan dan kebahagiaan seluruh anggota keluarga kita.
Pesanku, luruskanlah niat dalam segala langkahmu. Hanya allah, hanya allah yang patut dan pantas dijadikan tujuan dalam segala aktifitas kita. Hanya allahlah yang patut dan pantas dicintai dengan sebenar benarnya cinta. Hanya allah yang patut dan pantas kita patuhi dengan sebenar-benarnya patuh. Tempat kita berharap dan bertujuan. Pengharapan dan tujuan selain hanya kepadaNya akan menghasilkan suatu penyesalan. Mintalah kepadaNya, karena hanya DIA yang memiliki sesuatu. Jaga selalu iman. Jaga selalu kesucian hati dan pikiran, jaga selalu kesehatan lahir dan batin.
Adikku, maafkan kakakmu ini ya. Maaf, aku termasuk kakak yang tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk adiknya. Kakak yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk adiknya. Kakak yang tidak bisa melakukan perannya sebagai kakak. Maafin yaa…. Semoga dari waktu ke waktu kita selalu bisa memperbaiki diri.
Em.. boleh kan kakakmu yang satu ini minta sesuatu?? Suatu saat, entah kapan surat ini kamu baca, jangan ragu segera kirim kabar ya. Kalo ada sesuatu yang bisa kita lakukan bareng, jangan ragu juga kirim kabar. Atau, walaupun nggak ada apa-apa, jangan lupa kirim kabar. Dulu, allah yang mentakdirkan kita bersaudara. Dan semoga Dia juga mentakdirkan kita tetap saling menjaga tali silaturahim yang sudah ada.
Salam buat temen2 kamu, sahabat2mu, sodara2mu dan semua makhluk yang sampeyan sayangi disana, karena mereka semua juga sahabat dan sodara2ku.
Semoga allah segera menghadirkan surat ini di hadapanmu.
Sukses selalu untukmu.
Dari kakakmu
:: Kenyataan tidak selalu sesuai dengan angan-angan
:: Maka berbahagialah dengan apa yang kita miliki saat ini
Post Comment